10 Tempat Wisata Anti Mainstream di Singapura

0
318
10 Tempat Wisata Anti Mainstream di Singapura
10 Tempat Wisata Anti Mainstream di Singapura - ©ramboll.com

Nongki.net – Singapura memang menawarkan banyak sekali tempat wisata yang bisa Anda kunjungi. Patung ikonik Merlion, Marina Bay Sands, Garden by The Bay, Universal Studios, Museum Madamme Tussauds adalah beberapa contoh tempat wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan terutama dari Indonesia. Namun jika Anda telah beberapa kali mengunjungi Singapura dan bingung harus pergi kemana lagi, maka Anda wajib mengetahui beberapa tempat wisata anti mainstream yang ada di Singapura.

Singapura adalah salah satu negara favorit tujuan wisatawan Indonesia saat musim liburan tiba. Selain karena harga tiket pesawatnya yang murah mulai dari beberapa ratus ribu saja tetapi juga Singapura menawarkan wisata modern khas negara maju. Namun siapa sangka dibalik kemajuan negaranya, Singapura masih menyimpan banyak tempat wisata anti mainstream yang jarang diketahui oleh banyak orang.

Pada artikel kali ini, Nongki.net akan membahas tentang 10 tempat wisata anti mainstream Singapura yang bisa Anda jadikan list kunjungan dalam liburan mendatang. Apa saja tempat-tempatnya? Yuk kita simak artikel selengkapnya!

1. Wisata Kuliner di Tiong Bahru

Wilayah Tiong Bahru memang dikenal sebagai lingkungan hipster. Namun jika Anda menjelajah sedikit lebih dalam, Anda akan menemukan bahwa kawasan ini merupakan area perumahan tertua di Singapura. Perpaduan antara masa lalu dan masa kini terlihat cukup jelas. Namun perpaduan antara keduanya menjadi sangat selaras dan memberikan suasana baru di wilayah ini.

Anda dapat berjalan-jalan menyusuri jalan Yong Siak atau Jalan Eng Hoon. Dapat dipastikan Anda akan menemukan beberapa kafe yang tersebar di beberapa sudut. Tempat ini sangat cocok bagi Anda yang ingin berwisata kuliner dan berbeda dari tempat wisata pada umumnya di Singapura. Terdapat beberapa pilihan kafe yang bisa Anda kunjungi, diantaranya yaitu:

  • Tiong Bahru Bakery

Menu yang disediakan oleh Tiong Bahru Bakery
Menu yang disediakan oleh Tiong Bahru Bakery – ©says.com

Toko roti yang berada di lingkungan kuno ini dikelola oleh koki pastry asal Perancis bernama Gontran Cherrier. Keahliannya terletak pada teknik penggabungan antara memanggang ala tradisional Perancis dengan sedikit sentuhan cita rasa internasional. Baginya, toko roti bukan hanya sebagai tempat untuk berbisnis, tetapi juga tempat dimana membangkitkan sebagai tempat saling berbincang, bertukar perasaan melalui sepotong roti dan secangkir teh.

Manjakan diri Anda dengan dengan beberapa menu yang disediakan toko roti ini. Anda juga dapat mencicipi menu paling favorit yaitu kue Brenton dan Kouign Amann yang sudah terkenal. Tiong Bahru Bakery terletak di Jalan 56 Eng Hoon.

  • Fourty Hands

Interior unik di Fourty Hands
Interior unik di Fourty Hands – ©says.com

Bukan hal yang berlebihan jika menyebut kafe kecil ini sebagai tempat lahirnya budaya kopi di Singapura. Kafe Fourty Hands adalah salah satu tempat pertama yang mempelopori menu kopi di negara singa ini. Harry Grover adalah pendiri kedai kopi pertama ini. Pada saat itu, dia memiliki mimpi sederhana yaitu membuka sebuah kedai kopi yang menyajikan hidangan kopi spesial dengan rasa yang enak.

Di kafe ini Anda dapat mempelajari bahwa untuk menghidangkan secangkir kopi membutuhkan banyak tangan mulai dari biji hingga siap diminum. Kedai kopi kecil ini terletak di Blok 78 Jalan Yong Siak.

  • Cream and Custard

Kue dengan tampilan instagramable di Cream and Custard
Kue dengan tampilan instagramable di Cream and Custard – ©says.com

Cream and Custard merupakan sebuah tempat yang lebih dari menjual kue tetapi juga instagramable. Bentuk dan warnanya yang menarik mata, sangat cocok untuk menghias halaman beranda akun media sosial Anda. Anda dapat memanjaka lidah Anda dengan hidangan manis seperti tart lemon meringue atau Galaxy & Custard’s Galaxy yang cukup terkenal dan favorit di toko ini.

Toko kue yang didirikan oleh seorang baker bernama Melissa ini terletak di Jalan Bukit Ho Swee No 56. Melissa telah membuat kue sejak usia 9 tahun. Hobi sejak kecilnya tersebut kemudian membawanya belajar di Universitas Cordon Blue di Paris yang terkenal. Kampus tersebut memberikan program studi tentang perhotelan dan memasak.

Baca Juga:  Jewel Bandara Changi: Kebanggaan Baru Wisata Singapura

2. Berburu Buku-Buku Langka di Toko Buku Indie yang Cantik

Buku adalah jendela ilmu pengetahuan. Beberapa tempat berikut adalah surga bagi Anda yang gemar membaca. Namun bukan berarti Anda yang bukan seorang kutu buku tidak boleh datang ke tempat ini. Anda masih dapat menikmati desain bangunan toko-toko buku yang sangat unik, indah dan menarik untuk diabadikan. Mulai dari buku fiksi populer hingga klasik bisa Anda dapatkan di sini. Bahkan beberapa koleksi tentang filsafat juga dapat Anda temui di toko buku ini. Berikut adalah beberapa pilihan tempat yang bisa Anda kunjungi:

  • Books Actually

Tampak depan dari toko Books Actually
Tampak depan dari toko Books Actually – ©says.com

Kenny Leck, pendiri dari toko buku ini memulai usahanya melalui bazar tenda kecil yang diadakan oleh Universitas Nasional Singapura (NUS). Sejak kecil Kenny sudah tumbuh dengan hobi membaca dan sering berkunjung ke perpustakaan. Books Actually bahkan memiliki mesin pencetak buku pertama yang kini mesin kuno tersebut bisa Anda lihat di National Museum of Singapore dan Singapore Visitor Centre.

Anda dapat mengunjungi toko buku ini dan menemukan novel Haruki Murakami yang paling langka. Selain itu Anda juga dapat memperkaya cakrawala sastra Anda dengan beberapa koleksi buku-buku sastra khas seniman Singapura. Toko buku ini terletak di Jalan Yong Siak No 9.

  • Littered with Books

Jika Anda seorang kutu buku, maka wajib mengunjungi toko berlantai dua ini. Littered with Books dirancang seperti perpustakaan pribadi, di mana Anda dapat menjelajahi berbagai koleksi judul yang tersedia. Anda juga dapat mengajak buah hati Anda untuk mengenalkan mereka dengan dunia membaca melalui koleksi buku anak-anak.

Toko buku ini juga rutin mengadakan sesi mendongeng untuk anak-anak. Toko buku yang berlokasi di Jalan Duxon No 20 ini juga memiliki staf yang ramah yang akan merekomendasikan Anda buku-buku yang layak untuk dibaca.

  • Woods in the Books

Desain yang ceria dari bangunan toko Woods in the Books
Desain yang ceria dari bangunan toko Woods in the Books – ©says.com

Jika selama ini Anda beranggapan bahwa buku bergambar hanya untuk anak-anak, maka toko buku ini akan membuktikan bahwa persepsi Anda selama ini salah. Pemilik toko buku ini adalah seorang kutu buku yang hobi mengoleksi buku-buku bergambar. Anda dapat menemukan koleksi buku berjudul Antoine de Saint-Exupery, The Little Prince, hingga buku klasik Inggris yaitu The Canterbury Tales. Koleksi toko buku bergambar ini terletak di Jalan Yong Siak No 3.

3. Menjelajahi Pesona Wisata Alam Menantang di Singapura

Wisata anti mainstream selanjutnya yaitu berwisata alam yang menantang. Singapura memang salah satu negara maju yang memiliki banyak sekali gedung pencakar langit yang menjulang tinggi. Namun siapa yang menyangka jika Singapura sebenarnya adalah negara juga memiliki sisi hijau lebih dari yang Anda bayangkan. Terdapat ratusan taman dan cagar alam yang bisa Anda kunjungi secara gratis. Selain itu tempat-tempat tersebut juga mudah diakses menggunakan transportasi umum. Berikan suasana yang berbeda jika Anda berencana untuk mengunjungi Singapura dalam waktu dekat. Anda dapat berpetualang di wisata alam yang seru dan menantang di Singapura.

  • MacRitchie Reservoir Park

Pemandangan dari TreeTop Walk di MacRitchie Reservoir Park
Pemandangan dari TreeTop Walk di MacRitchie Reservoir Park – ©says.com

MacRitchie Reservoir Park merupakan taman yang memiliki hutan paling hijau di Negara Singapura. Selain itu terdapat juga danau buatan yang dapat Anda nikmati dengan menaiki kayak ataupun kano. Bagi Anda yang ingin melakukan kegiatan yang lebih maka Anda dapat mencoba melakukan pendakian ke TreeTop Walk yang akan memakan waktu sekitar 3 jam. Di sini, Anda akan mendapatkan pengalaman terbaik dengan melihat pemandangan panorama hutan hujan dari ketinggian.

  • The Southern Ridges

Jalur hijau di The Southern Ridges
Jalur hijau di The Southern Ridges – ©says.com

The Southern Ridges adalah ruang terbuka yang banyak memiliki spot paling instagramable. The Southern Ridges menghubungkan 5 taman berbeda sekaligus, yaitu: Taman Gunung Faber, Taman Bukit Telok Blangah, Hort Park, Taman Kent Ridges dan Cagar Alam Labrador.

Anda dapat menemukan beragam jenis flora dan fauna di Hort Park. Kemudian melanjutkan perjalanan alam melalui Canopy Walk menuju Taman Bukit Telok Blangah. Selain itu Anda juga dapat belajar tentang sejarah Singapura melalui Taman Kent Ridges. Tempat ini berlokasi di Jalan Henderson, Mount Faber Park.

4. Wisata Sejarah Tokoh Letnan Adnan Saidi

Baik Malaysia dan Singapura memiliki latar belakang sejarah yang sama. Masa perang dunia II adalah masa paling hancur dari kedua negara tersebut. Setelah itu terjadi pertempuran Singapura yang berakhir pada tanggal 15 Februari 1942. Pertempuran ini menandakan dimulainya masa pendudukan Jepang atas wilayah yang disebut British Malaya. Beberapa situs bersejarah utama telah diselamatkan dan dirawat menjadi museum interaktif yang bisa Anda kunjungi.

Berikut adalah beberapa tempat wisata bersejarah di Singapura yang dapat Anda singgahi sebagai tempat wisata anti mainstream.

  • Taman Kent Ridge

Monumen di Taman Kent Ridge
Monumen di Taman Kent Ridge – ©says.com

Sebelum diubah menjadi taman, tempat ini dulunya adalah sebuah benteng pertahanan dari Resimen Kerajaan Melayu selama Perang Dunia II berlangsung. Sebuah benteng di atas taman berbukit adalah situs bersejarah terakhir dimana resimen kerajaan membela Singapura melawan dari kekuasaan Jepang.

  • Memorial Perang Bukit Chandu

Di tempat inilah menjadi saksi dari Letnan Adnan Saidi dan pasukannya dalam melawan tentara kekaisaran Jepang. Jika selama ini Anda hanya membaca dari buku-buku sejarah, di Memorial Perang Bukit Chandu ini Anda akan diajak untuk merasakan saat-saat terakhir dari prajurit pemberani melalui layanan teknologi interaktif. Anda bahkan akan menemukan hal-hal yang tidak pernah Anda ketahui sebelumnya di Museum Perang.

  • Cagar Alam Labrador

Terowongan rahasia di Cagar Alam Labrador
Terowongan rahasia di Cagar Alam Labrador – ©says.com

Perjalanan wisata bersejarah yang terakhir adalah dengan mengunjungi cagar alam Labrador yang memiliki sisa-sisa perang dunia II. Meskipun Anda dapat menikmati pemandangan yang hijau ditemani suasana laut yang indah, jangan terkejut jika Anda akan menemukan terowongan tersembunyi. Cagar alam ini dulunya merupakan tempat persembunyian dalam terowongan yang digunakan selama masa perang dunia II.

Baca Juga:  5 Fakta Unik Negara Singapura Yang Jarang Diketahui

5. Menikmati Seni Jalanan di Kampong Glam yang Kreatif

Wisata anti mainstream berikutnya adalah Kampong Glam. Setiap jalanan di Kampong Glam dipenuhi oleh mural berwarna-warni yang dilukis oleh seniman jalanan lokal dan internasional. Tempat ini adalah perpaduan yang harmonis antara budaya lama dan modern. Anda juga dapat menikmati karya seni mural yang indah ini di kawasan budaya tradisional. Tempat ini akan menjadi surga bagi Anda para fotografer atau pecinta media sosial, karena terdapat banyak spot keren yang instagramable. Berikut adalah beberapa tempat yang populer di Kampong Glam.

  • Haji Lane

Seni mural di wilayah Haji Lane
Seni mural di wilayah Haji Lane – ©says.com

Anda akan langsung mengenali jalan di Haji Lane ini begitu Anda melihat seni mural yang unik dan berwarna-warni. Sebagian besar tembok di wilayah ini telah dihias dengan gambar yang mengesankan karya dari seniman besar dunia seperti Didier Jaba Mathieu.

  • Sultan Gate

Grafiti kehidupan lokal di Sultan Gate
Grafiti kehidupan lokal di Sultan Gate – ©says.com

Terdapat percampuran antara gaya hidup lokal dan grafiti di Sultan Gate. Anda dapat melihat karya seni mural dari kehidupan lokal masyarakat Singapura seperti proses pembuatan kopi dan teh tarik yang disajikan dalam karya seni grafiti yang mengesankan.

6. Menjelajahi Kampung Terakhir di Pulau Ubin

Suasana dan tempat penyewaan sepeda di Pulau Ubin
Suasana dan tempat penyewaan sepeda di Pulau Ubin – ©says.com

Terletak tidak begitu jauh dari Bandara Internasional Changi Singapura, Pulau Ubin adalah kampung terakhir yang tersisa di negara singa ini. Anda dapat menyewa sepeda dari salah satu toko untuk menjelajahi seisi pulau. Pulau ini juga dikenal sebagai salah satu tempat untuk mengamati burung-burung di Singapura. Ketika Anda bersepeda melewati rumah-rumah tradisional di kampung kuno ini, Anda juga akan menemukan beberapa tambang tua.

Untuk bisa mengunjungi pulau ini, Anda dapat membeli tiket di Terminal Feri Changi Poin untuk menggunakan perahu menyebrang ke pulau. Terminal feri tersebut berlokasi di 51 Lorong Bekukong.

7. Mengunjungi Beberapa Museum Unik di Singapura

Jika Anda berpikir bahwa museum adalah tempat untuk menyimpan koleksi barang-barang kuno, maka Anda salah. Di Singapura, terdapat beberapa museum yang menarik untuk dikunjungi. Beberapa museum tersebut memamerkan mulai dari koleksi mainan timah, kamera vintage, hingga menjual souvenir yang bisa Anda jadikan sebagai buah tangan. Beberapa museum berikut ini layak untuk Anda kunjungi minimal sekali ketika pergi ke Singapura.

  • Mint Museum of Toys

Koleksi mainan di Mint Museum of Toys
Koleksi mainan di Mint Museum of Toys – ©says.com

Mint Museum of Toys bukan hanya sebagai tempat galeri mainan timah bertema vintage, tetapi juga mengisahkan dari jenis mainan masing-masing. Beberapa koleksi mainan yang ditampilkan di museum ini bahkan telah berusia lebih dari 100 tahun. Hidupkan kembali masa kecil Anda melalui pameran mainan tokoh Batman yang bertema vintage. Selain itu Anda juga bisa menemukan koleksi mainan yang dimainkan oleh anak-anak dari berbagai negara.

  • Singapore Philatelic Museum

Ingin melihat perangko pertama di dunia? Anda dapat menemukan koleksi perangko-perangko kuno di Singapore Philatelic Museum ini. Selain itu museum ini juga menyimpan beberapa perangko yang bertema anime. Dengan mengunjungi museum ini, Anda juga dapat mempelajari kisah dari masing-masing perangko yang dipamerkan. Konsep, makna desain, serta tahun pembuatan bisa Anda ketahui dari semua perangko. Yang terakhir, Anda dapat mengasah sisi kreativitas Anda dengan mendesain perangko Anda sendiri di museum ini.

  • Vintage Cameras Museum

Bagian luar bangunan Vintage Cameras Museum
Bagian luar bangunan Vintage Cameras Museum – ©says.com

Vintage Cameras Museum adalah rumah bagi koleksi kamera-kamera antik di dunia. Para pecinta kamera dan penggemar fotografi wajib untuk pergi ke tempat ini. Para pengunjung diperbolehkan untuk berfoto dengan kamera vintage yang dipajang disini. Anda dapat menemukan berbagai macam jenis kamera mulai dari kamera lipat tua, hingga kamera tongkat James Bond.

8. Wisata Little India di Singapura

Pohon payung Wisata Little India di Singapura
Pohon payung Wisata Little India di Singapura – ©says.com

Wisata anti mainstream di Singapuran yang terakhir adalah Little India. Ketika Anda pergi mengunjungi Little India yang berada di Singapura, Anda akan disambut oleh payung-payung yang tumbuh di atas pepohonan. Payung berwarna-warni yang menghiasi pepohonan seolah tampak seperti di dunia dongeng. Ini adalah kreasi dari seniman lokal Singapura, Marthalia Budiman, yang terinspirasi oleh daun di pohon-pohon sekitar.

Karya seni fungsional ini kemudian dihidupkan kembali oleh Projecy Oasis Little India and Artwalk, dimana memiliki fungsi sebagai tempat berteduh bagi wisatawan dan pembeli serta sebagai spot foto yang menarik. Pohon payung ini terletak di Jalan Hindoo No 5, Rochor. Jadi pastikan batre hp dan kamera Anda terisi penuh sebelum berkunjung ke sini. Sebab banyak sekali titik foto yang bisa Anda abadikan sebagai kenang-kenangan.

Baca Juga:  4 Destinasi Gratis Saat Liburan Ke Singapura

Please rate this

Tinggalkan sebuah komentar

Sila masukan komentar Anda!
Silakan masukan nama Anda di sini