11 Tradisi Lebaran Masyarakat Indonesia

0
424
11 Tradisi Lebaran Masyarakat Indonesia - ©detik.com
11 Tradisi Lebaran Masyarakat Indonesia - ©detik.com

Nongki.net – Lebaran adalah momen yang sangat spesial terutama bagi mayoritas penduduk muslim di Indonesia. Hari raya yang jatuh setiap tanggal 1 Syawal ini menandakan berakhirnya ibadah puasa yang dilakukan selama satu bulan. Pada saat lebaran, semua orang Islam akan berbondong-bondong melaksanakan shalat ied di masjid terdekat.

Jika berbicara lebaran, maka banyak sekali tradisi yang telah dilakukan selama turun-temurun. Tradisi ketika lebaran ini masih dilakukan hingga sekarang sebagai warisan budaya bangsa Indonesia yang belum terkikis oleh arus modernisasi. Apa saja tradisi lebaran di Indonesia? Berikut Nongki.net rangkum 12 tradisi saat lebaran idul fitri di Indonesia.

Baca Juga:  12 Tips Liburan Seru Saat Puasa Ramadan

1. Mudik Ke Kampung Halaman

Hari raya lebaran biasanya akan diikuti oleh cuti bersama. Momen libur panjang yang hanya terjadi setahun sekali ini tentu akan dimanfaatkan bagi mereka yang merantau untuk mudik ke kampung halamannya masing-masing.

Meskipun membutuhkan biaya yang tidak sedikit, mereka akan rela untuk mengunjungi orang tua atau sanak saudara jauh yang sudah lama tidak bertemu.

Mudik merupakan tradisi terbesar di hari Lebaran bagi masyarakat kita. Para pemudik bisa mencapai puluhan juta per tahun. Dan biasanya pada hari Idul Fitri, beberapa kota besar seperti Jakarta akan lengang karena ditinggalkan penduduknya ke kampung halaman.

2. Bersilaturahmi

Setelah melakukan solat idul ftri, umat muslim biasanya akan mengunjungi teman, saudara dan tetangga untuk bersilaturahmi sekaligus bermaaf-maafan. Momen ini juga terkadang diungkapkan dengan istilah Halal bi Halal.

Tradisi bersilaturahmi atau Halal bi Halal ini biasanya masih akan berlangsung selama sebulan setelah hari raya idul fitri. Setelah kembali dari kampung halaman, sebelum melakukan rutinitas seperti biasa beberapa sekolah, kantor maupun dengan tetangga sekitar masih akan melakukan Halal bi Halal.

Seiring berkembangnya teknologi internet dan layanan pesan singkat. Kegiatan bermaaf-maafan juga biasanya dilakukan secara online. Bagi yang tidak sempat bertemu dan berjabat tangan, kegiatan Halal bi Halal akan dilangsungkan dengan cara saling bertukar pesan maaf melalui internet atau sosial media.

3. Obor dan Takbir keliling

Setelah adzan magrib berkumandang di penghujung bulan ramadan. Masjin-masjid biasanya akan langsung bersambung dan bersahut-sahutan mengumandangkan takbir. Selain itu, di beberapa daerah masih melakukan tradisi pawai obor hingga melakukan takbir keliling. Kumandang takbir ini akan terus berlangsung hingga menjelang solat idul fitri.

Suasana malam lebaran akan selalu dirayakan sebagai malam kemenangan setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa. Kegiatan pawai obor dan takbir keliling akan sangat erat kaitannya untuk menjalin kebersamaan di antara masyarakat.

4. Menabuh bedug

Dengan bersamaan kumandang takbir, umumnya orang-orang juga akan menabuh bedug sebagai ungkapan kebahagiaan mereka. Tabuhan bedug ini dilakukan seirama sehingga membuat suasana malam lebaram semakin marak dan mengharukan.

Baca Juga:  Resep Membuat Kue Nastar Isi Nanas Yang Lezat

5. Opor Ayam dan Ketupat

Setelah melakukan solat idul fitri, biasanya menu sarapan yang paling umum dihidangkan saat lebaran adalah opor ayam beserta ketupat. Kedua menu ini sangat khas disajikan ketika lebaran bukan hanya di Indonesia tetapi di beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura.

Yang membuat santapan ini semakin spesial adalah karena dimakan secara bersama-sama dalam satu waktu beserta keluarga yang selama setahun mungkin jarang bertemu. Sehingga kegiatan sarapan dengan opor ayam dan ketupat ini dapat dijadikan momen untuk kebersamaan dan menceritakan kisahnya masing-masing.

7. Memberikan THR

THR atau Tunjangan Hari Raya bukan hanya diberikan bagi pekerja atau pegawai pemerintahan (PNS). THR ini juga merupakan istilah yang digunakan untuk membagikan uang dari yang tua kepada mereka yang lebih muda. THR ini biasanya dijadikan sebagai pengghargaan terutama bagi anak kecil yang baru belajar menunaikan ibadah puasa. Sehingga memacu mereka untuk tetap semangat berpuasa di tahun-tahun berikutnya.

Sama seperti angpao pada tahun baru imlek, THR lebaran juga biasanya akan dimasukan ke dalam amplop kecil. Hari lebaran adalah momen bagi anak kecil untuk mendapatkan uang dan membeli sesuatu apapun yang mereka inginkan selama ini.

8. Tradisi Lebaran dengan baju baru

Tradisi ini sebenarnya menjadi simbol bahwa Lebaran adalah hari yang fitri dan kita terlahir seperti baru kembali. Namun bila budget Anda terbatas, jangan memaksakan tradisi ini ya.

9. Ziarah makam

Tradisi lebaran berikutnya adalah melakukan ziarah kubur. Ziarah kubur ini dilakukan sebelum hingga selepas melaksanakan solat idul fitri. Kegiatan ziarah kubur ini bertujuan untuk mengirim doa bagi orang tua ataupun leluhur kita yang telah meninggal. Ziarah kubur juga terkadang dilakukan sebagai sarana pelepas rindu dan mengingat kembali kenangan orang yang dicintai semasa hidup mereka.

Selepas melakukan doa bersama, tidak lupa juga untuk menabur bunga atau beberapa daun beraroma harum di atas makam.

10. Rekreasi

Menghabiskan waktu libur lebaran biasanyasaling mengunjungi rumah saudara dan sekaligus berpergian ke tempat wisata. Tradisi ini membuat tempat-tempat wisata penuh dikunjungi orang-orang yang ingin menghabiskan waktu lebaran bersama keluarga.

11. Petasan

Meski jauh-jauh hari sudah ada himbauan dan razia, petasan tetap muncul di sana sini. Tradisi ini susah diberantas karena sudah berakar. Setiap Lebaran tiba, pasti banyak orang berjualan kembang api dan petasan. Bagi Anda yang punya bayi, jagalah agar ia tidak kaget karena petasan.

Baca Juga:  Resep Membuat Opor Ayam Hidangan Lezat Idul Fitri

Please rate this

Tinggalkan sebuah komentar

Sila masukan komentar Anda!
Silakan masukan nama Anda di sini