Nongki.net – Anda hobi atau penasaran ingin mencoba paralayang? Berarti Anda cukup beruntung tinggal di Indonesia. Kontur topografi Indonesia yang mempunyai banyak gunung memungkinkan Anda untuk mendapatkan spot terbaik untuk melakukan olahraga paralayang disini.

Pada kenyataannya, memilih spot terbaik untuk melakukan paralayang memang gampang-gampang susah.Selain ketinggian tempatnya yang harus pas, pemandangan yang dilihat dari atas awan juga harus ciamik dan memanjakan mata.

Untungnya, Indonesia mempunyai beberapa tempat yang memenuhi kriteria tersebut. Bagi Anda para penikmat olahraga paralayang, Anda wajib untuk mencoba ke tempat-tempat paralayang di Indonesia ini.

Tempat Terbaik untuk Melakukan Olahraga Paralayang di Indonesia

Paralayang atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai Paragliding adalah sebuah olahraga terbang bebas menggunakan sayap kain parasut yang lepas landas menggunakan kaki. Olahraga ini biasanya dilakukan hanya untuk hiburan semata atau juga sebagai kompetisi.

Olahraga ini sendiri dinaungi oleh sebuah organisasi bernama PLGI atau Persatuan Layang Gantung Indonesia. Karena bisa sebagai hiburan, maka bagi Anda yang pemula sekali pun tentu dapat mencoba olahraga terbang yang menggunakan sayap parasut ini. Keuntungan yang paling dirasakan adalah menikmati pemandangan alam dari atas ketinggian.

Nah, bagi Anda yang penasaran ingin mencoba olahraga ini Nongki.net telah merangkum 3 spot paralayang terbaik yang ada di Indonesia salah satunya adalah Bukit Timbis di Bali. Jika Anda kebetulan sedang berada di dekat lokasi ini, maka tidak ada salahnya untuk mencoba terbang minimal sekali dalam seumur hidup Anda. Selain seru, olahraga paralayang juga bisa menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan. Berikut adalah 3 spot paralayang terbaik yang patut Anda kunjungi di Indonesia.

Baca Juga:  Menyibak Pesona Keindahan Pulau Kanawa Komodo

1. Puncak Lawang

Puncak Lawang, lokasi paralayang yang dikenal sebagai surga di atas awan
Puncak Lawang, lokasi paralayang yang dikenal sebagai surga di atas awan – nongki.net

Tempat yang mendapatkan julukan “surga di atas awan” ini merupakan tempat yang sangat sering dijadikan tempat penyelenggaraan lomba paralayang, baik tingkat nasional maupun dunia. Bahkan tempat ini diklaim sebagai salah satu spot paralayang terbaik se-Asia Tenggara.

Terletak di Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat,  Puncak Lawang menyuguhkan pemandangan Danau Maninjau yang dikelilingi bukit hijau dan dipayungi awan putih.Ada tiga lokasi Paralayang di Lawang, yakni lokasi wisata Puncak Lawang, Lawang Park, dan di jalan antara Puncak Lawang dan Lawang Park.

Ketinggian bukit mencapai 700 meter dari lokasi pendaratan di Bayur, tepi Danau Maninjau. Ketinggian tersebut yang menjadi keunggulan bagi Maninjau.

Para penggiat olah raga ekstrim ini bisa terbang lebih lama dibandingkan dengan kawasan Puncak, Jawa Barat, yang selisih take off dan mendaratnya hanya 250 meter.

Ketinggiannya juga menjadikan Danau Maninjau terlihat berkilauan diterpa berkas sinar matahari bila dilihat dari Puncak Lawang.

Belum lagi panorama deretan rumah penduduk yang berselang-seling dengan hamparan sawah hijau dan barisan bukit yang mengelilingi Danau Maninjau. Sangat cantik dan menyejukkan mata.

Baca Juga:  Berburu Sunset di 5 Pantai Terbaik Pulau Bangka

2. Matantimali

Matantimali lokasi paralayang di Indonesia yang mudah dijangkau oleh kendaraan roda empat dan dua
Matantimali lokasi paralayang di Indonesia yang mudah dijangkau oleh kendaraan roda empat dan dua – Nongki.net

Matantimali adalah nama sebuah desa di atas pegunungan Verbek, Kabupaten Sigi, Propinsi Sulawesi Tengah.

Berada di sisi kiri dari puncak Gunung Gawalise. Matantimali berada di ketinggian 1.500 mdpl.

Banyak yang menyebut bahwa Matantimali adalah lokasi paling ideal untuk olahraga paralayang.

Bukan tanpa alasan banyak yang menyebutnya demikian, karena tempat ini adalah satu-satunya spot paralayang di Indonesia yang bisa digunakan sepanjang tahun dan tidak terlalu tergantung pada cuaca.

Selain itu, tempat ini juga merupakan satu-satunya tempat paralayang yang bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat dan dua.

Ini istimewa, karena banyak tempat paralayang di dunia yang sangat sulit dijangkau dengan kendaraan karena ketinggiannya.

Lokasi Matantimali yang menghadap ke lembah palu dan teluk palu juga memberikan banyak keuntungan bagi para pelaku paralayang.

Angin yang menghantam lereng gunung, menyebabkan gelombang udara yang dibutuhkan untuk mendapatkan ketinggian.

Gelembung panas bumi di kawasan tersebut juga menguntungkan para pecinta paralayang untuk menstabilkan ketinggian.

Ini belum ditambah dengan kemudahan akses lokasi ini. Untuk dapat mencapai Mantatimali hanya memakan waktu 30 menit dari Kota Palu, itupun kita akan disajikan dengan pemandangan indah disekitar Gunung Gawalise yang menyejukkan mata.

3. Bukit Timbis

Bukit Timbis lokasi olahraga paralayang yang dekat dengan Pantai Kuta Bali
Bukit Timbis lokasi olahraga paralayang yang dekat dengan Pantai Kuta Bali – Nongki.net

Bukit ini ada di Desa Kutuh dan hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari Pantai Kuta, Bali.

Bukit ini diklaim sebagai surganya para penikmat olahraga paralayang karena memiliki angin yang bisa membawa penikmat paralayang lepas landas dari bukit dan mendarat kembali di bukit karena aliran angin yang mengangkat naik.

Bukit Timbis, walau berketinggian 80 meter dari permukaan laut, merupakan daerah paling tinggi dibanding sekitarnya.

Tebingnya cukup tajam dan disapu angin dari laut. Karena itu, sepanjang waktu terjadi turbulance yang mendorong paralayang atau gantole terangkat ke udara.

Kondisi tersebut menyebabkan Pantai Timbis bisa berfungsi sebagai tempat terbang (take off) sekaligus tempat mendarat (landing).

Ada juga beberapa pilot paralayang yang memakai bukit sebagai tempat terbang dan pantai sebagai tempat mendarat. Bila seorang pilot paralayang memutuskan untuk mendarat di pantai, maka dia harus memakai sepeda motor untuk kembali naik ke bukit.

Buki Timbis sudah sangat terkenal di kalangan pelaku paralayang di dunia. Atensi paling besar yang didapatkan tempat ini adalah ketika digunakan sebagai Asian Beach Games 2008 yang diikuti 18 cabang olahraga dari 42 negara di Asia, dan salah satu cabang olahraganya adalah paralayang.

Baca Juga:  Paragliding Australia: 10 Tempat Terbaik Menikmati Langit Australia

Please rate this