Dapatkah Stres Berdampak Positif Bagi Tubuh?

0
600
Dapatkah Stres Berdampak Positif Bagi Tubuh - ©idntimes.com
Dapatkah Stres Berdampak Positif Bagi Tubuh - ©idntimes.com

Nongki.net – Dari hasil beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa stres dapat juga berdampak positif bagi kehidupan Anda. Hal ini terjadi jika stres dapat membuat Anda lebih waspada dan membantu Anda tampil lebih baik dalam situasi-situasi tertentu.Namun dengan catatan, bahwa stres yang berdampak positif hanya ditemukan jika berlangsung singkat.

Stres yang berlebihan atau berkepanjangan dapat berkontribusi pada penyakit seperti penyakit jantung dan masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.

Baca Juga:  Apa itu Stres dan Kenali Tanda-tandanya

Apa Penyebab Stres Berkepanjangan?

Stres adalah reaksi alami terhadap banyak situasi dalam kehidupan, seperti pekerjaan, keluarga, hubungan relasi dan masalah uang.

Pada paragraf pertama telah disebutkan sebelumnya bahwa waktu stres yang singkat dapat membantu Anda tampil lebih baik dalam situasi tertentu atau disebut stres berdampak positif. Tetapi terlalu banyak stres atau yang berkepanjangan dapat menyebabkan masalah fisik.

Hal ini dapat berdampak pada tingkat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih rendah, masalah pencernaan dan usus, irritable bowel syndrome (IBS), atau masalah kesehatan mental seperti depresi.

Sehingga sangat penting bagi Anda untuk mengelola manajemen stres dan menjaganya agar tetap pada tingkat yang sehat untuk mencegah kerusakan jangka panjang pada tubuh dan pikiran Anda.

Baca Juga:  Kepribadian Introvert Berubah Menjadi Ekstrovert, Apa Bisa?

Apa Dampak dari Stres Berkepanjangan?

Setiap orang memiliki bereaksi yang berbeda terhadap stres. Beberapa gejala umum stres adalah masalah sulit tidur, berkeringat, atau perubahan nafsu makan.

Gejala seperti ini dipicu oleh aliran hormon stres di tubuh Anda, yang ketika hormon tersebut dilepaskan, memungkinkan Anda untuk menghadapi tekanan atau ancaman. Hal dikenal sebagai fight or flight respon (respon lawan atau lari).

Hormon yang disebut adrenalin dan noradrenalin dapat meningkatkan tekanan darah Anda, meningkatkan denyut jantung dan meningkatkan laju keringat. Kemudian tubuh Anda akan mempersiapkan respons darurat (respon lanjutan).

Hormon-hormon ini juga dapat mengurangi aliran darah ke kulit Anda dan mengurangi aktivitas lambung Anda. Kortisol, hormon stres lain, melepaskan lemak dan gula ke dalam sistem Anda untuk meningkatkan energi Anda.

Akibatnya, Anda mungkin mengalami gejala sakit kepala, ketegangan otot, nyeri, mual, gangguan pencernaan, dan pusing. Anda juga dapat mengalami bernapas lebih cepat, jantung berdebar, atau menderita berbagai sakit dan nyeri otot.

Baca Juga:  4 Tipe Kepribadian Yang Sulit Untuk Menabung

Cara Kerja Tubuh Melawan Stres

Dalam jangka panjang, kemungkinan terburuk dapat menyebabkan risiko serangan jantung dan stroke. Semua perubahan ini adalah cara tubuh Anda untuk membuatnya lebih mudah bagi dalam melawan atau melarikan diri dan tekanan agar ancaman tersebut cepat berlalu, kadar hormon stres Anda biasanya akan kembali normal.

Namun, jika Anda terus-menerus di bawah tekanan, hormon-hormon ini tetap di tubuh Anda, mengarah ke gejala stres. Jika Anda terjebak di kantor yang sibuk atau di kereta yang penuh sesak, Anda tidak bisa melawan atau melarikan diri.

Sehingga Anda tidak dapat menggunakan bahan kimia yang dibuat tubuh Anda sendiri untuk melindungi Anda. Seiring waktu, penumpukan bahan kimia ini dan perubahan yang mereka hasilkan dapat merusak kesehatan Anda.

Baca Juga:  Mengenal Teknologi 5G Di Dunia Internet

Please rate this

Tinggalkan sebuah komentar

Sila masukan komentar Anda!
Silakan masukan nama Anda di sini