Nongki.net – Geliat pembangunan Patung GWK (Garuda Wisnu Kencana) di Bali semakin terasa kencangnya. Sempat terhenti selama beberapa belas tahun, pembangunannya dilanjutkan kembali pada 2013 silam dengan begitu gencar.

Sedikit demi sedikit, GWK mulai menampakkan bentuknya yang gagah memesona. Sosok Wisnu, salah satu dari tiga dewa dalam kepercayaan umat Hindu beserta Garuda, hewan suci dalam mitologi Hindu yang juga merupakan lambang negara Indonesia.

Berada di lokasi seluas 240 hektar dalam kawasan Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, pembangunan patung GWK diperkirakan menelan biaya lebih dari 450 miliar rupiah ini terdiri dari campuran baja dan besi yang mencapai 4000 ton.

Namun di balik megahnya patung Garuda Wisnu Kencana (GWK), terdapat beberapa fakta-fakta mengejutkan yang perlu diketahui. Berikut fakta-faktanya:

1. Pembangunan Memakan Waktu 28 Tahun

Pembangunan patung raksasa Garuda Wisnu Kencana memakan waktu yang sangat panjang untuk menyelesaikannya. Hingga 28 tahun. Yaitu jika dihitung sejak masa perencanaan dan perancangan. Mulai dari era Presiden Soeharto hingga Presiden Joko Widodo.

Seniman Nyoman Nuarta sebagai pemrakarsa patung GWK, menyampaikan setelah melintasi waktu selama 28 tahun. Patung GWK tahun 2018 sudah mendekati penyelesaian. Nuarta merasa gembira dan terharu karena karya besarnya ini, sudah hampir mendekati mimpinya.

“Karya ini sudah 28 tahun kita perjuangkan, dari saya muda sampai ubanan, dan saat ini hampir selesai. Kita berusaha keras mudah-mudahan bulan Agustus kita bisa selesaikan. Tapi, di bulan Oktober kita usahakan agar selesai,” tuturnya.

Patung ini berawal berdiri pada 1990. Dan peletakan batu pertama tahun 1997.

2. Tingginya Melebihi Patung Liberty

Patung megah yang direncanakan akan selesai pada Oktober 2018 mendatang diperkirakan memiliki ukuran yang cukup fenomenal. Tingginya mencapai 121 meter, dan ukuran yang super tersebut akan melebihi tinggi Patung Liberty di Amerika Serikat yang memiliki ketinggian 97 meter.

Baca Juga:  VIDEO: Sejarah Dan Teknik Melukis Dengan Cat Air

3. Sempat Dikira Salah Arah

Tak hanya dari sisi politik, ekonomi, hukum yang begitu panjang, persoalan pembangunan GWK pun sempat dari sisi niskala (arah tempat). Hal tersebut disampaikan oleh Made Mangku Pastika, dalam kepercayaan Hindu seharusnya posisi Wisnu adalah di sisi utara, sementara jika melihat posisi Bali secara keseluruhan, posisi GWK berada di Bali Selatan yang mana merupakan tempat Brahmana.

“Saya melihat dari sisi spiritual, bahwa dari letak saja patung itu sesuai dengan konsep ajaran Hindu sudah salah. Mengapa salah GWK itu? karena semestinya Dewa Wisnu ditempatkan arah mata angin utara, bukan di selatan seperti konsep yang dibuat sekarang,” katanya.

Menurutnya, pemasangan patung para dewa di Bali harus sesuai konsep Hindu. Tapi untuk Patung GWK malah menyalahi aturan. Jadi sulit terwujud.

4. Pemasangan Mahkota Sebagai Bagian Paling Akhir

Upacara Ngrastiti dan pecaruan digelar untuk pemasangan mahkota Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di pelataran GWK Cultural Park, Badung, Bali, Minggu (20/5/2018). Ratusan orang mengikuti upacara pemasangan mahkota tersebut.

Upacara pemasangan mahkota patung GWK dipimpin oleh 4 Pedanda (Pendeta Hindu), sebagai bagian dari permohonan agar proyek ini berlangsung lancar dan selesai pada waktunya.

Usai upacara, mahkota dengan berat sekitar 3,5 ton yang terbuat dari tembaga dilapisi mozaik emas tersebut diangkat menggunakan crane. Pemasangan mahkota ini, adalah modul (Kepingan) yang ke 529 dari total modul 754 buah, yang akan membentuk seluruh sosok patung GWK.

Please rate this

Tinggalkan sebuah komentar

Sila masukan komentar Anda!
Silakan masukan nama Anda di sini