Kontroversi Penalti MU vs PSG Di Liga Champions

0
633
Kontroversi Penalti MU vs PSG Di Liga Champions - ©bola.net
Kontroversi Penalti MU vs PSG Di Liga Champions - ©bola.net

Nongki.net – Gelaran pertandingan Manchester United (MU) kontra Paris Saint-Germain (PSG) memang telah selesai dilaksanakan pada Rabu (6/3) dini hari. Namun kontroversi mengenai hadiah penalti kepada MU masih terus bergulir.

Mantan wasit Liga Inggris, Mark Halsey, mengatakan bahwa PSG tak seharusnya mendapat hukuman penalti saat berhadapan dengan Manchester United.

PSG mendapat hukuman penalti pada menit 90+4 saat menjamu MU di leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Parc des Princes. Wasit memberikan penalti itu karena menganggap Presnel Kimpembe melakukan handball.

Saat itu Kimpembe berusaha mengeblok tendangan Diogo Dalot. Ia melompat dengan membalikkan badannya namun kemudian lengan kirinya menyenggol bola.

Dengan segera wasit memutuskan untuk menggunakan bantuan Video Assistant Referee (VAR) atas kejadian tersebut. Dan setelah beberapa saat ia akhirnya memutuskan bahwa Kimpembe memang telah melakukan handball.

Baca Juga:  Kalahkan PSG, MU Yakin Melaju Sampai Final Liga Champions

Halsey Menentang Keputusan Wasit

Banyak yang mempersoalkan hadiah penalti yang diberikan wasit kepada MU pada pertandingan tersebut. Dan di tengah kontroversi itu, Halsey akhirnya angkat bicara.

Ia menyebutkan bahwa PSG tak seharusnya mendapat hukuman penalti. Karena menurut aturan, Kimpembe tak menggerakkan lengan atau mengarahkan lengannya ke arah bola.

“Hukum 12 H/B terlepas dari di mana lengan/tangan diposisikan tidak berarti pelanggaran telah dilakukan, harus ada gerakan tangan/tangan yang disengaja ke arah bola.”

“Menurut saya VAR seharusnya tidak pernah terlibat. Wasit harus tetap kuat dengan keputusan aslinya,” tulis Halsey di akun Twitter miliknya, @RefereeHalsey.


Baca Juga:  Real Madrid Gagal Raih Trofi Apapun Musim Ini

Gallagher Sepakat Dengan Halsey

Sebelumnya mantan wasit Premier League lainnya yakni Dermot Gallagher juga menyebut PSG tak harusnya dihukum penalti. Ia menyebutkan jika pertandingan tersebut berlangsung di Inggris, wasit tak akan melihatnya sebagai pelanggaran handball.

Ia juga menegaskan bahwa selain dirinya, masih banyak orang lain yang menganggap MU harusnya tak mendapat hadiah tendangan dari titik 12 pas itu.

“Premier League sedang menguji (VAR) saat ini. Mereka sedang mengujinya dari pekan ke pekan. Saya hanya berpikir bahwa musim depan mereka akan berkata ‘Ya, kami akan memberikan tendangan sudut karena lengannya terlalu dekat, lengannya tak bergerak dan kita hanya akan terus melanjutkan pertandingan’,” tuturnya.

“Saya belum berbicara kepada siapa pun pagi ini yang berpikir itu penalti,” sambung Gallagher.

United pun berhasil menang dengan skor 3-1. Gol Rashford ini memastikan agregat menjadi sama kuat 3-3 dan United berhasil lolos berkat aturan gol tandang.

Baca Juga:  PSG Menang Atas MU 2-0 Di Old Trafford

Penjelasan Lengkap Gallagher

Menurut Gallagher, PSG sebenarnya tak layak dihukum penalti. Sebab bola itu mengenai lengan yang sebenarnya tidak bergerak aktif atau tidak secara sangaja.

“Saya tidak berpikir itu penalti,” kata Gallagher. “Saya akan sangat terganggu jika saya adalah seorang bek dan itu diberikan kepada saya.”

“Jika Anda melihatnya, itu mengenai sang bek di lengannya. Tidak ada keraguan tentang itu tetapi lengannya sangat dekat dengan tubuhnya,” serunya. “Ia membalikkan tubuhnya. Saya tidak berpikir ia punya niat apa pun untuk melakukan sesuatu selain menghalangi laju bola. Bagi saya, saya sangat terkejut penalti itu diberikan,” tandasnya.

“Kami sedang melakukan pengujian (VAR) di Premier League dan saya yakin jika itu terjadi di Premier League musim depan, mereka tidak akan repot-repot mengambil keputusan karena itu bukan kesalahan yang bersih dan jelas,” tegasnya.

Baca Juga:  Neymar Yakin PSG Akan Juara Liga Champions

Please rate this

Tinggalkan sebuah komentar

Sila masukan komentar Anda!
Silakan masukan nama Anda di sini