Nongki.net -Aceh adalah sebuah provinsi yang terletak di ujung utara Pulau Sumatera dan merupakan wilayah paling utara di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Aceh juga merupakan salah satu provinsi dengan otonomi dan memiliki sistem pemerintahan yang khusus. Wilayah yang berjuluk Serambi Mekah ini menganut hukum islam dalam menjalankan pemerintahan dan kehidupan masyarakat sehari-hari. Selain itu, Aceh juga dikenal dengan kekayaan alam dan potensi pariwisata yang sangat besar. Sehingga tidak mengherankan jika Aceh menjadi salah satu tujuan tempat wisata dan liburan favorit bagi banyak wisatawan lokal dan dunia.

10 Tempat Wisata Wajib Dikunjungi Saat Liburan ke Aceh

Meski sempat diterjang bencana tsunami hebat pada tahun 2004, Aceh kini terus mempercantik diri baik dari segi infrastruktur dan tempat wisata. Wisata di Aceh punya banyak keunggulan. Bahari dan kuliner di Aceh bisa bikin liburan Anda semakin lengkap. Nah, kalau Anda berencana berlibur ke Aceh tak ada salahnya mencatat 10 objek wisata favorit di sini. Ada apa saja? Yuk kita simak artikel selengkapnya!

  • Monumen Kilometer Nol RI Sabang
  • Pantai Iboih Sabang
  • Pantai Anoi Itam Sabang
  • Museum Tsunami Banda Aceh
  • Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh
  • PLTD Apung Banda Aceh
  • Pantai Lampuuk Aceh Besar
  • Danau Lut Tawar Aceh Tengah
  • Pacu Kude Gayo
  • Komplek Kerajaan Samudera Pasai Aceh Utara
Baca Juga:  Wisata Aceh: Perpaduan Alam Dan Sejarah

1. Monumen Kilometer Nol RI Sabang

Tugu Kilometer Nol RI merupakan penanda geografis yang unik di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan perannya sebagai simbol perekat nusantara dari Sabang di Aceh sampai Merauke di Papua.

Tugu ini bukan saja menjadi penanda ujung terjauh bagian barat di Indonesia tetapi juga menjadi objek wisata sejarah bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Jika Anda sedang liburan ke Aceh, maka jangan lewatkan untuk mengunjungi titik paling barat di Indonesia ini

2. Pantai Iboih Sabang

Pantai Iboih juga sering disebut dengan Teupin Layeu merupakan pantai paling barat di Indonesia. Letak pantai ini berada di tepi barat Pulau Weh, Provinsi Aceh. Pantai ini menawarkan sejuta pesona yang akan membuat para wisatawan jatuh hati. Di pantai ini juga terdapat pelabuhan untuk menuju ke Pulau Rubiah.

3. Pantai Anoi Itam Sabang

Pantai Anoi Itam salah satu pantai yang terdapat di Pulau weh. Pantai ini memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh pantai-pantai lain, yaitu jenis pasirnya yang berwarna hitam sesuai dengan nama pantai ini.

Anoi artinya nama sebuah desa di pantai itu dan Itam artinya hitam, keluruh pasir di kawasan ini berwarna hitam. Lokasi dan transportasi Pantai Anoi Itam ini berada di Gampong Anoi Itam, Kota Sabang, di Pulau Weh. Pantai ini hanya berjarak sekitar 13 kilometer dari pusat Kota Sabang.

4. Museum Tsunami Banda Aceh

Museum Tsunami sebuah museum di Banda Aceh yang dirancang sebagai monumen simbolis untuk bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Samudra Hindia 2004 silam, sekaligus sebagai pusat pendidikan dan tempat perlindungan darurat andai tsunami terjadi lagi.

Museum rancangan Ridwan Kamil ini merupakan sebuah struktur empat lantai dengan luas 2.500 meter persegi yang dinding lengkungnya ditutupi relief geometris. Tempat ini juga menjadi salah satu tempat liburan cukup favorit saat pergi ke Aceh

5. Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Masjid Raya Baiturrahman merupakan masjid negara yang berada ditengah-tengah Kota Banda Aceh serta ikon Provinsi Aceh yang dibangun pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda pada tahun 1022 H/1612 M.

Masjid Raya Baiturrahman memiliki lembaran sejarah tersendiri yang mempunyai nilai tinggi bagi rakyat Aceh, karena sejak Sultan Iskandar Muda sampai sekarang masih berdiri megah dan berfungsi sebagai tempat beribadah serta pusat acara keagamaan serta menjadi destinasi wisata religi berteduh bagi warga dan wisatawan. Kurang lengkap rasanya jika liburan ke Aceh namun tidak mengunjungi masjid yang sangat ikonik ini.

Baca Juga:  Yuk Kunjungi 10 Wisata Paling Favorit di Flores

6. PLTD Apung Banda Aceh

PLTD Apung adalah kapal generator listrik milik PLN di Banda Aceh, yang hingga kini menjadi tempat wisata, yang dikenal dengan nama “Kapal Apung”. Kapal ini memiliki luas sekitar 1.900 Kilo Meter Persegi, dengan panjang mencapai 63 Meter.

Kapal berbobot 2.600 ton ini sebelumnya berada di laut yang jauhnya sekitar 5 kilometer dari tempat berdirinya sekarang (Punge Blang Cut, Jaya Baru, Kota Banda Aceh). Pada tahun 2004, kapal ini terseret 4-5 kilometer ke daratan akibat gempa bumi dan gelombang tsunami setinggi 9 meter.

7. Pantai Lampuuk Aceh Besar

Pantai Lampuuk Aceh Besar salah satu pantai yang berpasir putih dan banyak ditumbuhi berbagai pohon cemara, pantai ini memiliki air yang jernih sehingga dapat dilihat secara jelas kedalam laut dan berbagai jenis karang, pantai yang letaknya sangat strategis berjarak 17 kilometer ke arah selatan dipinggiran Kota Banda Aceh dan dapat ditempuh baik dengan kenderaan roda dua maupun roda empat.

8. Danau Lut Tawar Aceh Tengah

Danau Lut Tawar yang memiliki luas sekitar 5.472 hektar dengan panjang 17 kilometer dan lebar 5,5 kilometer ini persisnya berada di sebelah timur Kota Takengon.

Danau ini diberi nama “Lut Tawar” karena “Lut” artinya “laut” yang memiliki luas danau seperti laut dan “Tawar” karena airnya tidak terasa asin.

Di danau ini hidup beragam jenis ikan, seperti ikan Depik dan jenis ikan endemik lainnya. Khusus ikan Depik menjadi jenis ikan yang sangat terkenal dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Ikan Depik akan muncul kepermukaan pada setiap musim hujan.

9. Pacu Kude Gayo

Pacu kude sebuah tradisi perlombaan menunggang kuda tradisional tanpa menggunakan pelana di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah.

Tradisi rakyat ini dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Ilahi setelah menjalani masa panen dan memperingati HUT RI. Seluruh masyarakat dataran tinggi Gayo tumpah ruah di alun-alun untuk menikmati atraksi rakyat yang sangat terkenal.

10. Komplek Kerajaan Samudera Pasai Aceh Utara

Komplek Kerajaan Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia yang didirikan sekitar tahun 1267 M. Bukti arkeologis keberadaan kerajaan ini adalah ditemukannya makam raja-raja Pasai yang diantaranya terdapat nama sultan Malikussaleh, dan merupakan sultan Islam pertama di Indonesia.

Makam Sultan Malikussaleh berada di Desa Beuringen Kecamatan Samudera, Geudong, Kabupaten Aceh Utara sekitar 18 Kilometer dari Lhokseumawe.

Baca Juga:  10 Tempat Wisata Mainstream di Kota Cirebon

Please rate this