Menelusuri Sejarah Perayaan Hari Valentine

0
547
Menelusuri Sejarah Perayaan Hari Valentine - Nongki Net
Menelusuri Sejarah Perayaan Hari Valentine - Nongki Net

Nongki.net – Peringatan hari valentine atau hari kasih sayang yang jatuh setiap tanggal 14 Februari menuai kontroversi di masyarakat.

Selain banyaknya yang menolak, ada pula yang mendukung dan sebagian yang lain malah tidak mengetahui apa itu hari valentine.

Untuk itu, kami akan membahas tentang sejarah hari valentine yang telah dirangkum dari beberapa sumber.

Beberapa Versi Asal Usul Hari Valentine

Menurut Encyclopedia Americana volume XIII, halaman 464, menyatakan ”The date of the modern celebration, February 14, is believe to derive the execution of a Christian martyr, Saint valentine, on February14, 270 AD”

Memiliki arti bahwa, tanggal 14 Februari itu adalah perayaan modern yang berasal dari hari dihukum matinya seorang martir atau pahlawan Kristen, yaitu Santo Valentine pada tanggal 14 Februari pada tahun 270 Masehi.

Sedangkan menurut Encyclopaedia Americana Volume XXVII halaman 860, menyatakan ”A day on wich lovers traditionally exchange affectionate messages and gifts. It observed on February 14, the date on wich Saint Valentine was martyred”

Artinya, sebuah hari dimana orang yang sedang dilanda cinta secara tradisional saling mengirimkan pesan cinta dan hadiah-hadiah. Hari itu diperingati pada tanggal 14 Februari dimana santo Valentine mengalami martir (seseorang mati sebagai pahlawan karena mempertahankan kepercayaan atawa keyakinan).

Dalam Encyclopaedia Britannica Volume XIV hlaman 949.“The Saint Valentine who is spoken as the apposite Rhaetia and venerated in Passau as its first bishop”

Artinya, Santo Valentine yang disebutkan itu adalah seorang utusan dari Rhaetia dan dimuliakan di Passau sebagai uskup yang pertama.

Baca Juga:  Wisata Australia: Sydney Opera House Yang Memesona

Asal Mula Perayaan Hari Valentine

Sejarah peringatan valentine day diawali dengan adanya perayaan kasih sayang di kota Roma pada abad ke-4 Sebelum Masehi.

Namun saat itu perayaan tersebut bukan dinamakan hari valentine, karena perayaan hari kasih sayang itu sebenarnya adalah untuk menghormati dewa mereka yang bernama Lupercus.

Perayaan Lupercus berbentuk upacara diselingi penarikan undian dalam rangka mencari pasangan. Setiap orang menuliskan namanya di sebuah kertas.

Kemudian dengan menarik gulungan kertas yang bertuliskan nama, para gadis mendapatkan pasangan lantas mereka menikah untuk jangka waktu setahun. Persis seperti mengundi nama dalam arisan, namun bertujuan untuk mendapatkan pasangan.

Sesudah itu, mereka bisa ditinggalkan begitu saja, namun bagi yang memutuskan untuk terus melanjutkan pernikahan dapat melanjutkan rumah tangga dan tidak diperbolehkan untuk mengikuti peringatan kasih sayang di kemudian hari.

Dan bagi yang sudah diputuskan atau sendiri, mereka akan menuliskan namanya kembali untuk dimasukkan ke kotak undian lagi pada upacara tahun berikutnya.

Perkembangan Hari Valentine Selanjutnya

Kegiatan rutin seperti itu sudah dilakukan kurang lebih 800 tahun lamanya. Dan ketika agama Katolik mulai berkembang, pada saat itu para pemimpin gereja ingin turut andil dalam perayaan tersebut. Sehingga untuk mensiasatinya, mereka mencari seorang santo (Orang suci untuk agama Katolik), sebagai pengganti dewa kasih sayang Lupercus.

Mereka menemukan calon pengganti Lupercus yaitu Santo Valentine, seorang uskup yang tewas sebagai martir sekitar 200 tahun sebelum masa itu.

Alasan untuk memilih Santo Valentine sebagai pengganti dewa Lupercus pada hari kasih sayang, memang tidak terlepas dari riwayat Santo Valentine itu sendiri. Konon, ia dihukum mati Kaisar Claudius II karena melanggar dekritnya.

Baca Juga:  Yuk Cek Keberuntungan Shio Kamu Di Tahun Babi Tanah

Tahun 270, kekaisaran Roma memerlukan sejumlah tentara. Sang Kaisar megeluarkan dekrit yang melarang perkawinan. Sebab, dengan perkawinan, sang tentara dikuatirkan tidak bersemangat dalam perang. Ia akan teringat terus keluarga yang ditinggalkan.

Tapi uskup valentine berusaha menolong pasangan yang sedang jatuh cinta dan ingin membentuk keluarga. Pasangan yang menikah lalu diberkati di tempat yang tersembunyi. Namun praktek yang dilakukan oleh Santo Valentine itu akhirnya diketahui oleh kaisar Roma.

Lantas santo Valentine pun dihukum pancung oleh Kaisar. Karena dasar itulah santo Valentine dipilih menggantikan kedudukan dewa kasih sayangnya orang Roma, Lupercus. Karena menurut mereka, peranan Uskup Valentine kepada sang pencinta amat besar.

Please rate this

Tinggalkan sebuah komentar

Sila masukan komentar Anda!
Silakan masukan nama Anda di sini