Mengenal Karakteristik Cuaca Sebelum Liburan Ke Jepang

0
567
mengenal karakteristik cuaca saat liburan ke jepang - nongki net
mengenal karakteristik cuaca saat liburan ke jepang - nongki net

Topan terkuat yang pernah ada selama 25 tahun telah menghancurkan Jepang. Satu juta rumah terpaksa hidup tanpa aliran listrik dan 10 orang dikabarkan meninggal. Lebih dari 700 penerbangan di Bandara Internasional Kansai telah dibatalkan.

Ya, badai tropis Jebi telah menghantam pantai barat Jepang, dengan kehancuran berpusat di sekitar Kota Osaka, dengan kecepatan angin hingga 129 mph, Selasa 4 September 2018. Bandara Internasional Kansai melayani penerbangan ke Kota Osaka dan Kyoto.

Tidak sedikit turis yang mengincar kota-kota ini untuk tujuan berliburnya. Jika Anda berencana melakukan travelling ke Jepang, ada baiknya untuk mengenal karakteristik cuaca negeri Sakura ini. Sebab, Jepang terkenal memiliki cuaca ekstrem dan negara yang paling sering terkena gempa bumi.

Lantas, seperti apakah karakteristik cuaca di Jepang yang terkenal ekstrem? Berikut ulasan Nongki.net, seperti dikutip melalui Independent.

Badai Tropis Jebi

Seperti diketahui, badai tropis Jebi telah membuat penerbangan dibatalkan sejak 4 September 2018. Menurut kantor Foreign and Commonwealth (FCO), sejauh ini belum ada rencana untuk melanjutkan layanan di bandara.

Terminal 1 rusak berat, menurut situs web Bandara Internasional Kansai sejak badai tersebut. Kedua, landasan pacu kemudian baru dibuka pada 6 September 2018. Operator bandara mengatakan, tidak ada listrik di beberapa bagian Terminal 1.

Sementara itu, Osaka Prefecture Government mengatakan, beberapa rute kereta api juga berpengaruh. Mereka yang bepergian ke Jepang disarankan untuk memeriksa kembali maskapai penerbangan sebelum menuju bandara.

Osaka merupakan kota kedua terbesar di Jepang dan pusat bisnis yang ramai. Pada 2017, kota ini membuat rekor mendatangkan 11,1 juta turis setiap tahun, naik 18 persen dari 2016.

Baca Juga:  Hal Yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Wisata Ke India

Taman Hiburan Universal Studios Jepang di Osaka juga ditutup. “Kami tahu ada banyak orang yang berencana mengunjungi Osaka dalam waktu dekat, banyak turis sudah berada di Osaka yang mungkin sekarang tidak dapat menikmati waktu mereka di kota kami. Atas nama Osaka dan semua wilayah Kansai, kami ingin menyediakan kunjungan yang aman dan santai kepada semua orang,” kata Hiroshi Mizohata, ketua yayasan publik dari Biro Pariwisata Osaka.

FCO memperbarui panduannya untuk mengunjungi Osaka menyusul badai Jebi. “Jika berencana melakukan perjalanan melalui area yang terkena dampak atau menggunakan bandara, Anda harus mengikuti saran dari otoritas lokal, layanan transportasi, dan periksa kembali maskapai Anda. Pemerintah Prefektur Osaka menerbitkan informasi terkini dan panduan di situs web mereka,” katanya.

Meski saat ini badai Jebi menuju utara Jepang. Wisatawan diminta untuk mengenal lebih dalam mengenai karakteristik cuaca di Jepang. Jepang dikenal memiliki cuaca ekstrem. Pada Juli 2018 lalu, lebih dari 200 orang meninggal karena gelombang panas yang mencapai suhu lebih dari 40C.

Zona Gempa di Jepang

“Jepang juga berada di zona gempa besar, Anda harus membiasakan diri dengan prosedur keselamatan saat terjadi gempa bumi atau tsunami. Anda juga harus mencatat instruksi di kamar hotel, di stasiun kereta api, dan situs web prefektur setempat Anda,” kata panduan FCO.

“Informasi tentang gempa bumi dan dampak apa pun terhadap kota-kota di Jepang, termasuk peringatan tsunami, diterbitkan oleh Badan Meteorologi Jepang. Ada banyak aplikasi ponsel pintar yang tersedia menginformasikan tentang bagaimana agar aman dalam menghadapi bencana alam di Jepang,” kata FCO.

Selain itu, ada juga beberapa gunung berapi aktif di Jepang. Pada April 2018 lalu, Gunung Io di Pulau Kyushu meletus untuk pertama kalinya dalam 250 tahun.

Baca Juga:  VIDEO: Mengenal Upacara Kasodo Di Gunung Bromo

Siklon Tropis di Jepang

Jepang juga rentan terhadap siklon tropis atau topan, yang dikategorikan memiliki angin lebih dari 70 mph. Musim angin topan berlangsung dari Juni hingga Desember, dengan badai paling umum antara Juli dan September. FCO menambahkan, Jepang selatan paling berisiko.

“Topan yang melanda Jepang sering disertai dengan kerusakan. Orang-orang yang tinggal di daerah pesisir sangat berisiko. Tanah longsor dan banjir bisa terjadi di mana saja. Bahaya meningkat ketika gempa terjadi tak lama setelah angin topan,” kata FCO.

Terlepas dari risiko bencana alam, Jepang umumnya merupakan negara yang aman untuk dikunjungi. Lebih dari 300.000 orang Inggris mengunjungi Jepang pada 2017, dengan sebagian besar kunjungan tanpa ada masalah,” katanya.

Please rate this

Tinggalkan sebuah komentar

Sila masukan komentar Anda!
Silakan masukan nama Anda di sini