Nongki.net – Balet merupakan salah satu teknik tarian yang ada di dunia ini. Balet biasanya bukan hanya mengandung gerakan tari, tetapi juga perpaduan antara tari, akting, musik (orkestra) dan bernyanyi. Balet juga terkadang ditampilkan sebagai bagian dari sebuah acara opera. Tari balet ternyata memiliki cerita sejarah yang panjang dan dipercaya beberapa gerakan balet memiliki manfaat bagi tubuh, terutama anak-anak.

Tari balet terkenal dengan beberapa gerakan teknik virtuosonya seperti pointe work (berjinjit menggunakan ujung kaki), grand pas de deux (menari secara berpasangan) dan mengangkat kaki tinggi-tinggi.

Ada yang beranggapan bahwa teknik tari balet memiliki banyak kesamaan dengan olahraga anggar. Mungkin karena keduanya mulai berkembang pada periode yang sama. Dan juga karena keduanya membutuhkan teknik keseimbangan dan pergerakan yang mirip. Sehingga banyak yang menganggap bahwa baik balet maupun anggar punya teknik yang sama.

Pada artikel kali ini, Nongki.net akan membahas mengenai sejarah tari balet mulai dari perkembangan awal hingga manfaat gerakannya bagi tubuh anak. Untuk informasi selengkapnya, yuk kita simak artikel berikut!

Baca Juga:  VIDEO: Tari Kecak Bali Yang Memikat Wisatawan

Sejarah Nama Tari Balet

 

View this post on Instagram

 

A post shared by ballethistory (@ballethistory) on

Sebelum terkenal dengan nama balet, tarian ini awalnya bernama tarian ballo. Istilah balo sendiri pertama kali digunakan oleh Domenico da Piacenza (dalam De Arte Saltandi et Choreas Ducendi). Karya Piacenza tersebut kemudian dikenal sebagai Balleti atau Balli yang kemudian berkembang dan berubah nama menjadi ballet.

Istilah ballet baru muncul sejak dicetuskan oleh Balthasar de Beaujoyeulx dalam Ballet Comique de la Royne (1581). Beaujoyeulx sendiri memang seorang ballet comique (seni drama ballet). Pada tahun yang sama, Fabritio Caroso menerbitkan Il Ballarino, yaitu panduan teknis mengenai menari balet, yang membuat Italia menjadi pusat tempat awal mula berkembangnya tari balet.

Tari balet awalnya muncul ketika ditampilkan saat acara-acara pertemuan para bangsawan Italia pada masa pencerahan (aufklarung). Kemudian, balet dikembangkan dalam sebuah ballet de cour (sekolah dansa sosial) yang dilakukan bersama musik, pidato, berpuisi, nyanyian, dekor, dan kostum oleh para bangsawan Prancis.

Selanjutnya, tari balet berkembang sebagai bentukan seni tersendiri di Prancis pada masa pemerintahan raja Louise XIV. Berkat kecintaan raja Louise XIV pada seni tari, dia kemudian bertekad untuk memajukan kualitas seni tari pada masa itu. Sang raja mendirikan Académie Royale de Danse pada tahun 1661. Dan pada tahun yang sama, balet komedi karya Jean-Baptist Lully ditampilkan sebagai sebuah pertunjukan yang dikagumi pada masa itu.

Perkembangan Awal Tari Balet

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Ballet Opera de Paris (@balletoperadeparis) on

Bentuk tari balet pada awalnya hanya sebuah seni pertunjukan panggung di mana gerakan-gerakannya hanya suputar tarian. Jean-Baptist Lully kemudian mendalami balet opera dan mendirikan sekolah untuk mendidik penari balet profesional yang berhubungan dengan Académie Royale de Musique. Di sekolah tersebut, sistem pendidikannya berdasarkan tata krama bangsawan Perancis.

Awal abad ke-18 merupakan periode di mana standar teknis balet menjadi sangat maju. Pada masa ini pula balet berubah menjadi bentukan seni drama yang serius dan setara dengan opera. Kemajuan ini disebabkan oleh karya penting dari Jean-Georges Noverre yang berjudul Lettres sur la danse et les ballets (tahun 1760). Jean-Georges Noverre merintis berkembangnya ballet d’action di mana penari diharuskan mengekspresikan karakter dan menampilkan narasi cerita.

Musik balet itu sendiri berkembang sangat pesat pada masa itu oleh komponis ternama seperti Christopher Gluck. Pada akhir masa abad ke-18, opera menjadi terbagi tiga teknik formal yaitu sérieux, demi-caractère dan comique, dan balet turut menjadi bagian di dalam opera sebagai pengantar adegan yang diistilahkan sebagai divertissements.

Perkembangan Modern Tari Balet

Sejarah tari balet pada abad ke-19 merupakan periode di mana banyak terjadi perubahan sosial. Perubahan ini juga tercermin dalam perkembangan tari balet, yang bergeser jauh dari bentukan awal yaitu sebagai seni yang sangat bangsawan (balet romantik). Ballerina seperti Marie Taglioni dan Fanny Elssler merintis teknik baru berupa pointe work yang menyebabkan peran ballerina (penari balet wanita) menjadi sangat penting di atas panggung.

Sementara itu, para librettist profesional mulai memasukkan cerita dalam balet, dan guru balet seperti Carlo Blasis memodifikasi teknik balet sehingga menjadi teknik dasar yang masih digunakan hingga sekarang.

Balet mengalami penurunan pamor setelah tahun 1850, di mana kebanyakan negara barat mulai meninggalkan seni tarian pertunjukan ini. Namun perkembangan ballet di negara Denmark dan Rusia masih sangat berkembang berkat para master seperti August Bournonville, Jules Perrot, dan Marius Petipa. Sanggar balet Rusia, terutama setelah Perang Dunia II, banyak melakukan tur keliling dunia sehingga menjaga balet tetap hidup di dunia dan banyak dikenal oleh masyarakat umum.

Baca Juga:  VIDEO: Teknik Dasar Olahraga Basket Untuk Pemula

Manfaat Tari Balet Bagi Anak

 

View this post on Instagram

 

A post shared by London Children’s Ballet (@lcbballet) on

Tari balet adalah seni tari yang dapat dipelajari oleh berbagai level usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Umumnya kelas balet dibuka untuk anak berusia 4 tahun, namun kini semakin banyak kelas balet dibuka untuk anak usia 2 tahun. Bagi Anda yang ingin mengikutkan si kecil untuk balet di usia anak-anak, berikut ini manfaat tari balet untuk anak:

1. Membentuk Postur tubuh

Gerakan balet umumnya menuntut penari untuk berdiri tegak sehingga dapat melatih tulang punggung anak untuk tidak terbiasa bungkuk. Hal ini dapat bermanfaat untuk perkembangan tulang punggung si kecil dan membentuk postur ideal pada anak.

2. Melatih Daya Ingat

Saat berlatih balet, anak dituntut untuk mengingat gerakan sederhana bagi pemula. Semakin meningkat levelnya, semakin rumit gerakan tersebut. Melakukan gerakan tersebut secara rutin dapat membantu mengasah daya ingat anak yang bermanfaat hingga dewasa.

3. Melatih Keseimbangan Tubuh

Manfaat tari balet lainnya adalah anak akan diajarkan mengenai keseimbanagn dan koordinasi tubuh yang baik. Selain itu otot kaki anka juga akan dilatih sehingga lebih kuat dan memiliki koordinasi tubuh yang baik.

4. Membantu Anak Lebih Fokus

Tarian balet membutuhkan konsentrasi tinggi agar tercipta harmonisasi antara gerakan dan musik yang mengiringi. tarian balet akan melatih anak untuk fokus pada satu hal. Kebiasaan ini akan membantu anak untuk lebih fokus pada pelajaran dan kegiatan sehari-hari.

5. Membentuk kepercayaan diri pada anak

Berlatih balet juga dipercaya dapat menumbuhkan kepercayaan diri anak. Anak akan belajar tampil di depan umum sejak dini sehingga rasa percaya diri anak dapat tumbuh secara perlahan-lahan sejak dini.

Baca Juga:  Rajin Fitness? Yuk Coba Tantangan Ini Agar Tubuh Lebih Sehat dan Bugar

Please rate this

Tinggalkan sebuah komentar

Sila masukan komentar Anda!
Silakan masukan nama Anda di sini