Mengungkap Sejarah Gereja Merah Di Melaka Malaysia

0
663
Mengungkap Sejarah Gereja Merah Di Melaka Malaysia - © malacca.ws
Mengungkap Sejarah Gereja Merah Di Melaka Malaysia - © malacca.ws

Nongki.net – Christ Church merupakan bangunan gereja tertua yang berada di Melaka, Malaysia. Bangunan ini telah berdiri sejak abad ke 18 silam.

Arsitekturalnya didominasi oleh gaya Eropa yang ditandai dengan ukuran dinding yang tebal, sangat megah dengan tiang-tiangnya menjulang tinggi. Secara wilayah, gereja ini termasuk ke dalam yurisdiksi Keuskupan Anglikan Malaysia Barat.

Baca Juga:  5 Tempat Wisata Sekitar Merdeka Square Malaysia

Masih Aktif Sebagai Tempat Ibadah

Sampai sekarang, gereja ini masih aktif digunakan sebagai tempat peribadatan. Gereja tertua di Melaka ini memberikan pelayanan kepada jemaat-nya dalam bahasa Inggris pada jam 08.30, Mandarin jam 10.30 dan 16.30. Bagi Anda yang beragama katolik, Anda tentu dapat melakukan wisata reliji ke tempat ini.

Namun bagi Anda yang beragama lain, Anda juga dapat menjadikannya sebagai objek foto karena kemegahan gaya arsitektur bangunannya.

Baca Juga:  Panduan Waktu Terbaik Sebelum Wisata Ke Hongkong

Sejarah Gereja Abad 18 di Melaka Malaysia

Gereja ini sangat dipengaruhi oleh kekuasaan penjajah yang dulu lama menguasai wilayah Melaka. Peralihan kekuasaan dari Portugis ke Belanda telah banyak merubah wajah gereja yang sarat dengan nilai sejarah ini. Gereja yang ada di puncak St Paul Hill ini namanya pernah berganti menjadi Bohenverk yang kemudian digunakan sebagai paroki utama penjajah Belanda.

Untuk mengakomodasi kebutuhan akan sebuah bangunan gereja baru usulan untuk mendirikan gereja yang lebih modernpun digulirkan. Maka gereja barupun kemudian dibangun untuk menggantikan Bovenkerk yang terlihat sudah usang dan beberapa bagian bangunannya seperti akan roboh.

Batu pondasi utamanya kemudian diletakkan oleh Abraham de Angin yang mengatasnamakan sang ayah bernama Class de Angin. Mereka merupakan keluarga yang pernah menjabat di Melaka. Maka berdirilah gereja baru yang didaulat sebagai Gereja Reformasi Belanda untuk menggantikan Bovenverk.

Dengan berdirinya gereja baru ini tentu saja menjadi kebanggan tersendiri buat warga Belanda yang ada di Melaka dimana mereka bukan hanya dapat menguasai wilayahnya namun juga menunjukkan eksistensinya dengan bangunan berarsitektural megah.

Sampai akhirnya gereja ini jatuh ke tangan Inggris sebagai akibat adanya peralihan kekuasaan, warna utama gereja inipun kemudian dirubah menjadi warna merah. Pengecatan gereja terjadi pada tahun 1911 sehingga sekarang nampak warna merah menyala. Banyak hal yang tentunya akan didapatkan dengan mengunjungi gereja ini!

Baca Juga:  Menjelajahi Tempat Wisata Tepi Sungai Melaka Malaysia

Please rate this

Tinggalkan sebuah komentar

Sila masukan komentar Anda!
Silakan masukan nama Anda di sini