Real Madrid Gagal Raih Trofi Apapun Musim Ini

0
566
Madrid Gagal Raih Trofi Apapun Musim Ini - ©usatoday.com
Madrid Gagal Raih Trofi Apapun Musim Ini - ©usatoday.com

Nongki.net – Bek Real Madrid, Dani Carvajal tidak mau banyak berdalih setelah timnya tersingkir secara memalukan dari 16 besar Liga Champions 2018/19. Dia mengakui musim ini berjalan sangat buruk bagi Madrid, dan malam itu merangkum semuanya.

Rabu (6/3) dini hari WIB, sang juara Eropa takluk 1-4 dari Ajax Amsterdam pada leg kedua 16 besar Liga Champions, tepat di hadapan pendukung mereka sendiri. Madrid memang menang 2-1 pada leg pertama lalu, tapi itu tidak cukup. Mereka tersingkir dengan agregat 3-5.

Ajax tampil jauh lebih baik dalam semua aspek. Kekalahan itu memang layak diterima Madrid yang tampil di bawah standar mereka. Los Blancos tersingkir dengan selayaknya, Ajax mencatatkan diri dalam sejarah sebagai salah satu dari sedikit tim yang bisa membalikkan keadaan setelah kalah di leg pertama.

Carvajal mengakui pertandingan tersebut merupakan malam terburuk sepanjang kariernya.

Baca Juga:  Tumbangkan Madrid, Barcelona Melaju Ke Final Copa del Rey

Malam Terburuk Sepanjang Karir

Carvajal mengakui pertandingan itu berjalan buruk di semua aspek, Ajax memang layak menang. Dia merasa laga itu merupakan malam terburuk sepanjang kariernya.

Terlebih, Madrid kehilangan semuanya hanya dalam waktu sepekan. Kekalahan dari Ajax ini merangkum kegagalan mereka di Copa del Rey dan La Liga.

“Saya pikir ini merupakan malam terburuk saya sebagai profesional, saya belum pernah merasa seburuk ini sebelumnya,” kata Carvajal di laman resmi UEFA.com.

“Dalam satu pekan kami kehilangan semuanya di kandang, kami tidak bisa mencari-cari dalih hari ini, lawan kami memang lebih baik dan mereka pantas untuk menang.”

Tiga Kekalahan Beruntun

Lebih lanjut, Carvajal menyinggung tiga kekalahan beruntun Real Madrid di kandang sendiri, Bernabeu. Mereka tersingkir dari Copa del Rey dengan dikalahkan oleh Barcelona dengan skor yang meyakinkan 0-3, lalu kalah lagi dari Barcelona 0-1 di La Liga. Dan terakhir takluk 1-4 dari Ajax di Liga Champions. Semuanya terjadi di Santiago Bernabeu, dihadapan para fans Real Madrid sendiri.

“Akhir sebuah kejayaan? Saya tidak melihatnya seperti itu, kami memiliki tim muda dengan catatan bagus, namun jelas bahwa musim ini sudah berakhir untuk kami.”

“Sekarang kami harus menunjukkan wajah kami dan mengakui bahwa kami menjalani musim yang begitu buruk,” tandas Carvajal.

Baca Juga:  Neymar Yakin PSG Akan Juara Liga Champions

Treble Looser

Ajax kalahkan Madrid 4-1 dibabak 16 besar Liga Champions 2018/2019 - ©depor.com
Ajax kalahkan Madrid 4-1 dibabak 16 besar Liga Champions 2018/2019 – ©depor.com

Kekalahan kontra Ajax di Liga Champions, merangkum performa buruk Madrid musim ini. Hanya dalam satu pekan, asa Los Blancos di semua kompetisi punah. Madrid mungkin tidak meraih trofi apa pun musim ini.

Pertama, mereka tersingkir dari Copa del Rey setelah dihajar Barcelona tiga gol tanpa balas. Lalu, harapan Madrid di La Liga juga kian menipis setelah takluk 0-1 dari Barcelona, Madrid tertinggal 12 poin dari Barca di puncak klasemen sementara.

Terakhir, mereka takluk 1-4 dari Ajax dan tersingkir dari Liga Champions. Tiga kompetisi hancur begitu saja hanya dalam satu pekan. Nahasnya, ketiga kekalahan tersebut terjadi di Santiago Bernabeu. Madrid sedang mengalami treble looser pada musim ini.

Bek Madrid, Nacho mengakui segalanya berjalan buruk untuk Madrid. Dia tidak bisa mengingat kapan terakhir kalinya Madrid tersingkir dari tiga kompetisi saat musim masih cukup panjang.

“Kami merasa hancur. Ini sangat rumit. Kami tidak terbiasa berada di tahap musim ini dengan tidak ada gelar tersisa yang bisa diperjuangkan,” buka Nacho kepada UEFA.com.

“La Liga nyaris mustahil, kami tersingkir dari Copa dan Liga Champions. Ini berat.

Kegagalan itu berarti Madrid sudah mempelajari banyak hal. Artinya, mereka terlalu mengandalkan Cristiano Ronaldo dalam beberapa tahun terakhir, dan begitu Ronaldo pergi, Madrid pincang.

Akhir Kejayaan Madrid?

Lebih lanjut, sebagai juara Eropa yang mengoleksi empat trofi Liga Champions dalam lima musim terakhir – tiga di antaranya diraih secara beruntun – kegagalan Madrid membuktikan bahwa pada akhirnya raja juga tersingkir. Nacho mengakui itu, pada akhirnya Raja Eropa harus lingsir.

“Kami tidak akan pernah menjuarai Liga Champions selamanya, masa kejayaan bisa berakhir. Malam seperti ini akan datang cepat atau lambat,” tandas Nacho

Sang Raja Eropa terpuruk. Real Madrid baiknya menggunakan sisa musim ini untuk membangun fondasi yang lebih kuat dengan pemain-pemain muda demi kembali bersaing musim depan.

Baca Juga:  Ashley Cole: Messi Lebih Licin Dibanding Ronaldo

Please rate this

Tinggalkan sebuah komentar

Sila masukan komentar Anda!
Silakan masukan nama Anda di sini