Nongki.net – Flores adalah salah satu Kepulauan Sunda Kecil bersama dengan Pulau Bali dan Lombok. Pulau yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dalam bahasa Portugis memiliki arti sebagai Bunga. Pulau yang memiliki luas sebesar 14.300 kilometer persegi ini memiliki banyak sekali tempat wisata favorit yang wajib untuk dikunjungi ketika pergi ke Flores. Beberapa yang terkenal adalah Pulau Rinca, Pulau Padar, dan Pulau Komodo. Selain karena keberadaan hewan khas yaitu Komodo, pulau ini juga menjadi destinasi favorit bukan hanya bagi warga Indonesia saja, melainkan juga wisatawan mancanegara karena keindahan alamnya.

Tempat Wisata Favorit di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur

Flores merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia selain Bali, Lombok, dan Belitung. Ciri khas dari pulau ini yang berbeda dari tempat-tempat wisata lainnya adalah keberadaan hewan langka yang hanya hidup di secara bebas di pulau ini yaitu spesies komodo. Selain melihat hewan eksotis tersebut, Anda juga akan disuguhkan dengan berbagai pemandangan alam yang memesona saat pergi berlibur ke Flores. Pada artikel kali ini, Nongki.net akan membahas seputar 10 tempat wisata favorit di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Penasaran tempat wisata mana saja? Yuk kita simak artikel selengkapnya!

  • Loh Liang, Pulau Komodo dan Loh Buaya, Pulau Rinca
  • Pulau Padar
  • Gili Laba
  • Pantai Pink, Pulau Komodo
  • Taka Makassar, Manta Point
  • Pantai Pede
  • Gua Batu Cermin
  • Cunca Wulang dan Cunca Rami
  • Danau Sano Nggoang
  • Puncak Gunung Mbeliling
Baca Juga:  5 Pulau Favorit di Wisata Taman Nasional Komodo

1. Loh Liang, Pulau Komodo dan Loh Buaya, Pulau Rinca

Loh Liang merupakan pintu masuk dan daerah wisata utama di Pulau Komodo. Wisatawan dalam mengamati satwa komodo langsung di habitatnya bersama fauna lain seperti rusa, babi hutan, burung gosong, dan lainnya dalam hutan kanopi endemik Komodo.

Adapun selain itu bisa juga dilakukan pengamatan burung, pendakian (Loh Liang – Gunung Ara), penjelajahan (Loh Liang – Loh Sebita). Dari Labuan Bajo menuju lokasi Loh Liang, wisatawan dapat menggunakan kapal atau speedboat dari Labuan Bajo.

Wisatawan juga dapat mengunjungi lokasi ini dari Sape dengan menggunakan kapal atau dari Lombok dan Bali dengan menggunakan kapal wisata.

Loh Buaya merupakan pintu masuk dan daerah wisata utama di Pulau Rinca. Wisatawan dapat menyaksikan hutan bakau, padang savana serta satwa liar misalnya komodo, rusa timor, kerbau liar, monyet ekor panjang, kuda liar serta berbagai jenis burung.

Sama seperti Loh Liang, aktivitas yang ditawarkan antara lain pengamatan satwa liar, penjelajahan (Loh Buaya – Wae Waso, Loh Buaya – Golo Kode), pengamatan kalong di Pulau Kalong (depan Kampung Rinca) dan pengamatan batu balok di kampung Rinca.

Dari puncak bukit yang dikenal dengan Golo Kode, pengunjung dapat menyaksikan panorama dan bentang alam yang cukup fantastik karena keterwakilan berbagai tipe ekosistem dapat disaksikan dari tempat ini.

2. Pulau Padar

Padar adalah pulau ketiga terbesar di area Taman Nasional Komodo yang terletak diantara pulau Komodo dan Pulau Rinca. Pulau Padar memiliki pantai yang sangat indah dan merupakan salah satu jalur migrasi Pari Manta di kawasan.

Dengan bentuk kontur yang eksotik, trekking di Pulau Padar cukup menantang. Di puncak, turis akan dimanjakan dengan pemandangan fenomenal panorama tiga pantai dengan warna berbeda, yaitu pink, putih, dan hitam.

3. Gili Laba

Salah satu view spot & trekking terkenal lainnya adalah Gili Laba, yang merupakan selat pertemuan dua pulau Gili Laba Darat dan Gili Laba Laut. Tidak hanya menjadi titik penyelaman favorit, karena arus yang kencang, Gili Laba menawarkan pemandangan panorama yang indah baik saat sunrise maupun sunset

4. Pantai Pink, Pulau Komodo

Daya tarik utama pantai ini adalah hamparan pantai berpasir berwarna pink. Warna pink disebabkan oleh fragmen-fragmen karang merah yang bercampur dengan pasir putih.

Pantai ini memiliki perairan dangkal yang indah dengan terumbu karang dan biota karang yang menawan. Aktivitas yang biasa dilakukan oleh turis yang berkunjung adalah snorkeling, diving dan mandi matahari. Pantai ini dapat diakses memalui jalan setapak dari Loh Liang atau akses langsung dengan kapal.

5. Taka Makassar, Manta Point

Taman Nasional Komodo sangat beruntung karena menjadi jalur migrasi berbagai biota laut, salah satunya Pari Manta. Terletak di perairan dekat Pulau Komodo, wisatawan menyelam atau snorkeling untuk melihat kumpulan ikan pari manta bermain-main di arus yang cukup kencang.

Namun, pari manta hanya dapat dijumpai pada kondisi dan cuaca yang baik. Selain itu Taka Makassar juga memiliki area softcoral yang indah dan tidak jarang terlihat penyu di sana.

Baca Juga:  10 Tempat Wisata Mainstream di Kota Cirebon

6. Pantai Pede

Pantai Pede terletak di Desa Gorontalo, berjarak lebih kurang 1 km dari Labuan Bajo dengan akses jalan beraspal yang kondisinya baik sehingga sangat musah dicapai dari Labuan Bajo. Pantai ini membentang di antara dua bukit yaitu Bukit Pramuka dan Bukit Gorontalo.

Dengan pasir putih yang panjang dan pemandangan pulau-pulau kecil di depannya (Pulau Batu, Pulau Bajo, Pulau Seture), Pantai Pede menawarkan salah satu wisata paling favorit di Flores berkat view sunset terbaik di Labuan Bajo.

7. Goa Batu Cermin

Goa Batu Cermin terletak di Desa Batu Cermin, lebih kurang 3 km dari Kota Labuan Bajo. Sinar matahari masuk ke dalam gua melalui lubang dan kemudian memantul di dinding batu yang seolah-olah merefleksikan cahaya kecil ke area lain di dalam gua sepert sebuah cermin.

Di dalam gua sepanjang sekitar 200 meter yang memiliki banyak lorong itu, dipenuhi dengan aneka rupa stalagtit dan stalagmit yang masih terpelihara dengan baik dan terbentuk sangat indah di dinding-dinding gua.

Selain itu juga ditemukan fosil hewan laut menempel di sejumlah bagian gua seperti fosil terumbu karang, ikan dan penyu. Gua ini diteliti lebih lanjut oleh Theodore Verhoven, seorang pastor Belanda yang juga seorang arkeolog, pada tahun 1951. Menurut Verhoven, gua ini selama ribuan tahun yang lalu berada di dasar laut.

8. Cunca Wulang dan Cunca Rami

Masih dari aktivitas outdoor lainnya, Cunca Wulang dan Cunca Rami terletak sekitar 2 jam dari kota Labuan Bajo. Kedua destinasi ini menawarkan pengalaman trekking menyusuri hutan dan tebing menuju air terjun.

Ketinggian Cunca Rami sekitar 30 m dan Cunca Wulang sekitar 15 m, dimana diperbolehkan untuk berenang apabila kondisi alam memungkinkan.

9. Danau Sano Nggoang

Danau Sanonggoang merupakan Danau vulkanik terbesar di bagian timur Indonesia. Luas 513 ha dan kedalaman diperkirakan 500 meter. Puncak Golo Dewa adalah tempat terbaik untuk melihat pemandagan Danau Sano Nggoang dan sekitar nya.

Daerah ini bisa dicapai 45 menit sampai 1 jam dari kampung Nunang. Selain itu, hutan di sebelah timur danau merupakan tempat hidup 90-an jenis burung dan 4 diantaranya adalah endemik flores. Di daerah ini juga sdh terdapat guest house dan juga homestay.

10. Puncak Gunung Mbeliling

Puncak Gunung Mbeliling merupakan salah satu puncak tertinggi di Labuan Bajo dengan ketinggian 1.250 meter dari permukaan laut. Area puncak merupakan area terbaik untuk melakukan aktivitas camping.

Sementara tutupan hutan sepanjang jalur trekking masih baik dan merupakan tempat hidup bagi berbagai jenis burung dimana 2 diantaranya adalah endemik Flores (Gagak Flores dan Serindit).

Selain itu, terdapat beberapa tanaman herbal yg biasa digunakan oleh Masyarakat dan juga terdapat titik pemujaan mengharapkan datangnya hujan pada masa dulu.

Baca Juga:  10 Rekomendasi Tempat Wisata Kuliner Labuan Bajo

Please rate this